Adapun para korban diketahui berinisial TSI yang mengalami luka berat akibat penganiayaan yang dilakukan oleh majikannya di Arab Saudi. Dari pengungkapan korban TSI ini Polri berhasil meringkus dua tersangka bernama H Mamun yang berperan sebagai perekrut dan Faisal Fahruroji sebagai agen atau sponsor.
Kemudian korban lain yaitu NP, yang meninggal dunia akibat bunuh diri karena tidak kuat dengan perlakuan majikannya di Kairo Mesir. Dari kasus NP Polri berhasil mengungkap 2 tersangka yaitu Een Maemunah dan Syaifudin. Mereka bertindak sebagai perekrut dan agen.
Kemudian korban lain adalah RAF, dia dipekerjakan di Turki tanpa digaji dan kerja tanpa henti, kasus terungkap ketika berhasil kabur dari majikannya ke kedutaan Indonesia di Istanbul. Dari pengungkapan kasusnya Polri berhasil menciduk pelaku Aan Nurhayati yang bertindak sebagai perekrut sebagai agen.
Terakhir, WW, dari usia 15 tahun dia dipekerjakan sebagai terapis di Onyx Spa, tempat terapis esek-esek di Jakarta. WW tertipu pelaku Wayan Susanto yang menjanjikan dirinya bekerja sebagai Baby Sitter di Singapura dengan gaji yang besar. Nahas, bukan malah mengurus bayi, dia malah mengurus para pria hidung belang di tempat terapis itu dengan sebelumnya diperkosa oleh pelaku dalam kasus berbeda. Dalam kasus TPPO ini, selain Wayan polisi juga meringkus tersangka Siti Solikhatun, penampung korban di Onyx Spa.