Datangi Polisi, Kak Seto Minta Kasus Paskibraka Meninggal Diungkap

Tangerang Selatan, IDN Times - Aktivis perlindungan anak, Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto, mendatangi Mapolres Tangerang Selatan (Tangsel). Kak Seto datang guna mengecek perkembangan kasus kematian calon Paskibraka di Tangsel, Aurellia Qurrota Ain.
Kak Seto datang ke Mapolres Tangsel yang berlokasi di Jalan Promoter, Serpong, sekitar pukul 10.00 WIB, bersama komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra.
1. Kak Seto cek langsung perkembangan kasus kematian Aurell

Menurut Kak Seto, kedatangannya untuk mengecek langsung seberapa jauh kepedulian dan langkah kepolisian memberikan klarifikasi kepada masyarakat luas.
"Tanya-tanya bagaimana kasus ini. Kok seperti tidak ada penjelasan resmi. Ini kan masuknya bukan delik aduan, tidak ada laporan dari pihak keluarga, mohon ada penjelasan dari polisi," kata Seto, Senin (12/7).
2. Kak Seto: masyarakat tunggu hasil penelusuran polisi

Seto mengatakan, saat ini masyarakat sedang menunggu hasil penelusuran atas kematian Aurell. Karena kematian Aurell menjadi kasus yang sangat menyita perhatian publik, di tengah kemeriahan persiapan upacara 17 Agustus.
"Kalau saja ini terkesan seperti tidak ada kepedulian, bagaimana di tempat lain nanti," ujar Kak Seto.
3. Seto harap polisi segera beri keterangan resmi

Kak Seto mengaku mendapat laporan dari Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangsel, Inspektur Satu Sumiran, yang sudah melakukan penyidikan.
"Mudah-mudahan hari ini atau besok sudah ada penjelasan resmi," ucap Kak Seto.
4. KPAI minta Airin introspeksi cara pelatihan Paskibraka

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, komisioner KPAI Jasra Putra mengatakan, atas kejadian ini Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, sebagai penanggung jawab Paskibraka, harus introspeksi cara pelatihan Paskibraka.
"Penanggung jawab Paskibra ini pemerintah kota, dalam hal ini wali kota. Mohon ada introspeksi lagi cara-caranya. Mohon diluruskan kembali bila ada cara-cara yang melibatkan tokoh-tokoh perlindungan, mungkin juga dari psikolog, dari ahli kesehatan, dan lain sebagainya," kata Jasra.


















