Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Banjir Bandang dan Longsor di Banten Rusak 850 Hektare Lahan Pertanian

IDN Times/Toni Kamajaya
IDN Times/Toni Kamajaya

Banten, IDN Times - Banjir bandang dan tanah longsor di Banten, selain merusak rumah, sekolah, hingga jembatan. Ternyata juga merusak 850 hektare lahan pertanian masyarakat, seperti persawahan. Begitu pun hewan ternak beserta kandangnya, ikut hanyut.

"Total persawahan rusak se Banten 850 hektar. Batas sawah betul betul hilang karenanya proses pemulihan Banten hrus betul-betul cepat dilakukan," kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus Tauhid, Jumat (10/1).

1. Area persawahan rusak paling luas di Kabupaten Lebak

IDN Times/khaerul anwar
IDN Times/khaerul anwar

Area persawahan rusak di Kabupaten Lebak menjadi daerah paling luas dari 4 kabupaten lain di Banten yang terdampak bencana banjir dan longsor mencapai 489 hektar.

"Data yang kami dapat, hasil koordinasi dengan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, ada 489 rusak, 450 hektare yang benar-benar rusak. Kerbau, kambing pun terdampak (longsor dan banjir bandang)," katanya.

2. Proses pemulihan minta bantuan pemerintah pusat

Kondisi Desa Keban Agung, Kecamatan Mulak Sebingkai, Kabupaten Lahat, usai diterpa banjir bandang, Kamis (2/1)/IDN Times/Istimewa
Kondisi Desa Keban Agung, Kecamatan Mulak Sebingkai, Kabupaten Lahat, usai diterpa banjir bandang, Kamis (2/1)/IDN Times/Istimewa

Agus Tauhid mengatakan bahwa Dinas Pertanian Lebak telah meminta bantuan kepada Kementerian Pertanian (Kementan) untuk disediakan eskavator untuk membersihkan lahan pertanian mereka dari pasir, lumpur dan material longsornya. Kemudian, diharapkan ada traktir untuk membajak persawahan untuk bisa segera ditanami kembali.

Agus menjelaskan kalau para petani pun berharap disediakan pupuk, bibit padi dan tanaman lainnya. Lantaran ketersediaan para petani telah habis dan tak lagi memiliki modal untuk menggarap lahan pertanian mereka usai terjadinya bencana.

"Ada permohonan dari Bupati Lebak, untuk percepatan perbaikan sawah yang rusak, seperti eskavator. Ada penanganan paska bencana, salah satunya pemulihan sawah dan bantuan benih," katanya.

3. Peserta AUTP akan mendapat ganti rugi

IDN Times/khaerul anwar
IDN Times/khaerul anwar

Bagi petani yang sudah menjadi peserta Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K), maka klaim asuransinya harus segera diurus untuk mendapatkan bantuan bibit padi hingga ganti rugi hewan ternaknya yang hanyut atau rusak akibat banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak, Banten, yang terjadi pada Rabu, 1 Januari 2020 lalu.

"Kami prioritaskan ada zona merah yang rentan bencana alam, ada perlindungan awal dengan asuransi ternah dan sawah. Di Lebak masih kami data, apakah sudah ikut asuransi," katanya.

4. Tidak berpengaruh terhadap ketahanan pangan di Banten

Kampung Wisata Sawah Desa Pematang Johar (IDN Times/Yurika Febrianti)
Kampung Wisata Sawah Desa Pematang Johar (IDN Times/Yurika Febrianti)

Meski demikian, menurut Agus kerusakan ratusan hektar area persawahan belum mengancam ketahanan pangan di Banten. Namun kerugian akibat kerusakan sawah besar.

"Ketahanan pangan belum mengancam dan mempengaruhi tapi korbannya kerugian menjadi konsen kami dengan kembali memulihkan kepercayaan diri," katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Khaerul Anwar
EditorKhaerul Anwar
Follow Us